Aktifitas santri MTI Canduang di bidang kejurnalistikan mulai ada sejak awal tahun 2005. Keterlibatan santri bersama guru dalam kegiatan video shooting mendokumentasikan setiap kegiatan MTI Canduang melahirkan minat bagi para santri untuk lebih mengembangkan diri di bidang itu. Terlebih-lebih karya-karya itu nampak disiarkan di media cetak, media digital seperti Bukittinggi Televisi (BiTV), Triarga TV dan di Sosial Media.

Supaya minat dan bakat tersebut lebih berkembang, maka ustazd Fitra Yadi, salah seorang guru MTI Canduang melakukan pengkaderan, mengajarkan dasar-dasar kejurnalistikan kepada santri-santri yang berminat. Papan Pengumuman yang sudah lama tidak terisi, dijadikan Majalah Dinding (Mading). Bukan hanya dibimbing staf oleh bidang Humas, kegiatan ini juga dibimbing oleh staf-staf pengajar MTI Canduang lainnya. Santri-santri dibimbing menulis berita dan mempublikasikannya di Mading. Setiap hari Mading menjadi tempat menarik untuk update informasi, sehingga peminat kejurnalistikan semakin ramai.

Bulan Maret 2007 OSTI (Organisasi Santri Tarbiyah Islamiyah) Canduang mengadakan pelatihan kejurnalistikan selama 3 hari bersama wartawan harian Singgalang yang diikuti sebanyak 30 orang santri, diantara yang ikut adalah Juli Ishaq Putra alumni MTI Canduang angkatan 2007, ia pernah bekerja sebagai wartawan di harian Haluan.

Agar Papan Pengumuman yang lama bisa difungsikan lagi sebagai media informasi bagi guru-guru. OSTI mendapat hadiah satu papan Mading lagi dari Pimpinan Madrasah sebagai media informasi. Pembina OSTI ketika itu ustazd Nurdin mempercayakan kepada mereka untuk mengelola Mading. Dibuatlah struktur pengurusnya untuk mengupdate berita dan tulisan setiap harinya.

Disaat kegiatan Mading mulai lengang, semangat dan ide mulai berkurang, santri MTI Canduang mendapat undangan untuk mengikuti pelatihan kejurnalistikan pelajar selama 3 hari di SMPN 3 Canduang bertempat di Pasanehan Lasi, yang dilaksanakan pada tanggal 26 – 28 Juni 2007, kegiatan itu diadakan oleh guru-guru bahasa Indonesia SMP tersebut diantaranya adalah bapak Armel Basri, S.Pd dan Rinaldi, S.Pd bekerjasama dengan tabloid P’Mails Padang Ekspres. MTI Canduang mengutus 5 orang peserta, diantaranya adalah Yunal Isra, Leo Surya Sarli, Rahmat Asril, Ari Azhari dan Zulkariman dengan guru pendamping ustazd Fitra Yadi.

Sepulang dari pelatihan itu, para peserta diberitugas untuk menuliskan pengalamannya selama liburan semester kemudian dipublikasikan di Mading. Setiap hari ada saja kreasi baru yang mereka buat sehingga mading semakin menarik dan kembali ramai pembaca. Tulisan yang menarik perhatian pembaca diantaranya adalah berita seputar MTI Canduang yang ditulis dengan tulisan tangan.

Setiap hari volume kegiatan Mading semakin bertambah, tidak bisa lagi diurus oleh 5 orang pengurus, para kader melakukan perekrutan anggota baru. 16 orang terpilih untuk mengikuti pengkaderan yaitu Firmanto, Zulfajri, Syauqi Fuadi, Ardiwinata, Mua’ammar, Qurrata A’yuni, Betti mawarni, Irwani, Metrianis utami, Darmawita, Istihanah Jamil, Fauziah, Rahmi Yanti, Abdullah Akbar dan Melisa Putriadi. Kepada anggota baru diajarkan pula dasar-dasar ilmu kejurnalistikan setiap sore hari Kamis selama 6 kali pertemuan.

Pada pertemuan pertama di Aula MTI Canduang, atas kesepakatan bersama maka dibentuklah sebuah komunitas jurnalis pelajar yang diberi nama AJM (Asosiasi Jurnalis Madrasah) Tarbiyah Islamiyah Canduang dan Zulkariman terpilih sebagai koordinator.

Pada hari ahad, 5 agustus 2007 bapak Armel Basri, S.Pd dan Rinaldi, S.Pd guru bahasa Indonesia SMPN 3 Pasanehan memprakarsai terbentuknya komunitas P’Mails Padang Ekspres wilayah Agam, Zulkariman terpilih menjadi ketua. Sejak saat itu semangat menulis bertambah karena tulisan mereka dimuat di tabloit P_Emails. Zulkariman mengundurkan diri dari Koordinator AJM dan dipilihlah Rahmat Asril menjadi koordinator yang baru.

Pengurus OSTI Canduang periode 2007 – 2008 membentuk satu departemen kejurnalistikan yang bertugas mengelola mading, menerbitkan buletin serta berkampanye meningkatkan kegemaran baca-tulis. Koordinator AJM Rahmat Asril terpilih sebagai Kepala Departemen Jurnalistik OSTI. Pada bulan November 2007 Departemen Jurnalistik OSTI studi banding ke redaksi majalah SIMBA SMAN1 Baso. Pengalaman studi banding itu mengantar mereka menerbitkan buletin BINTANG (Berita dan Informasi Tentang Tarbiyah Canduang) sebanyak 20 halaman. Buletin dicetak sejumlah 700 eksemplar dan dijual kepada santri-santri MTI Canduang.

Karena kesibukan ujian, pada akhir tahun 2007 aktifitas jurnalistik pelajar MTI Canduang menurun. Februari 2008 sekelompok kader baru bentukan Firmanto mulai eksis mengelola Mading. Selama setahun kemudian aktifitas jurnalistik pelajar berjalan tanpa arah.

Diawal tahun 2009 Islamic Development Bank (IDB) yang berpusat di Riyadh Arab Saudi menambah item baru untuk program STEP (Science and Equity Program) II Madrasah Aliyah Tarbiyah Islamiyah Canduang, yaitu di bidang jurnalistik. Sebelumnya sudah berjalan juga program lain seperti labor komputer, labor Biologi, labor Tata Busana dan labor Kimia. Semua program labor dipublikasikan melalui kegiatan jurnalistik yang dikelola oleh santri yang diberi nama Jurnal Sains Tarbiyah Islamiyah Canduang (JUSTIC). Ketika itu Ustadzah DR. Etri Wahyuni, M.Pd ditunjuk sebagai pembina. Dengan dukungan dana yang kuat JUSTIC berhasil menerbitkan tabloid dicetak berupa koran. Tahun 2010 diterbitkan lagi koran JUSTIC edisi ke II.

Pada tahun 2011 Program STEP II selesai, aktifitas JUSTIC pun habis. Kemudian bidang Kehumasan dan Inforkom MTI Canduang yang ketika itu dijabat oleh ustazd Fitra Yadi membentuk kembali organisasi jurnalistik santri yang baru dengan nama panjang Jurnal Santri Tarbiyah Islamiyah Canduang (Justic) dan berhasil menerbitkan majalah dua edisi selama dua tahun.

Pada bulan November tahun 2014 Ustazd Fitra Yadi tidak lagi mengajar di MTI Canduang, ia lebih banyak beraktifitas di tempat tinggalnya di Limapuluh Kota. Namun demikian ia tetap aktif mendampingi dan memberi pembinaan kepada JUSTIC.

Pada tahun 2018, ustazd Fitra Yadi kembali mereaktualisasi JUSTIC sehingga lebih teratur dan terarah dengan membuat AD/ART serta peraturan organisasi JUSTIC. Maka JUSTIC yang sebelumnya bentuk pendek dari Jurnal berubah nama menjadi Jurnalis Santri Tarbiyah Islamiyah Canduang dengan singkatan tetap JUSTIC. Maka pada hari Ahad, 29 Juli 2018 disusun dan disahkanlah AD (Anggaran Dasar) dan ART (Anggaran Rumah Tangga) JUSTIC itu dalam suatu forum yang terdiri dari Majelis Tinggi (alumni) dan Dewan Pengurus JUSTIC (santri).

Sejak tahun itu, keterlibatan alumni MTI Canduang semakin ramai pada kegiatan JUSTIC dalam hal bimbingan kepenulisan, dan menggelar kegiatan. Diantaranya ada Ridwan Muzir, Toni Muzir, Defi, Fitra Yadi, Juli Ishaq Putra, Akbar, dan lain-lain. Ketika itu sering diadakan diskusi-diskusi jurnalistik dan kepenulisan yang digerakkan oleh Andrial Putra, kemudian pada periode berikutnya digantikan Wiza Novia Rahmi diteruskan oleh Husen, Miftah, Anesti, Imam Toelis, Redho Sobirin dan Irfan Abib sebagai ketua Justic.

5 Tahun berlalu, Ponpes MTI Canduang semakin tertata, semua bidang program dan kegiatan santri mengacu kepada Statuta MTI Canduang dan Peraturan Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli. Maka pada Sabtu, 30 September 2023 MTI Canduang menghadirkan ustazd Fitra Yadi Malin Parmato (ustazd Malin) untuk melakukan penataan kembali terhadap organisasi Jurnalis Santri Tarbiyah Islamiyah Canduang (Justic).

Baca juga:
MTI Canduang Tata Kembali Organisasi Justic
Transformasi Organisasi Justic MTI Canduang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *