Canduang, Justic – para santri angkatan 86 MTI Canduang, Sumatera Barat, mengikuti kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5P2RA) dengan tema yang unik: melestarikan makanan khas Canduang yang terbuat dari Beras Ketan pada -15 Mei 2024,

Dalam kegiatan ini, para santriwati dibagi menjadi beberapa kelompok, di mana setiap kelompok membuat menu yang berbeda. Menu yang disajikan antara lain lapek bugih, kue talam, ajik, ondeh-ondeh, bubur ketan hitam, dan katan.

Untuk memeriahkan kegiatan ini, para santriwati diwajibkan mengenakan pakaian adat khas Canduang, yaitu baju kurung basiba, kodek batik tanah liek, dan tangkuluak tanduak. Sedangkan para santriwan mengenakan baju hitam, celana hitam, dan kain sarung.

Kegiatan P5P2RA ini dilaksanakan di kelas masing-masing, dan proses memasaknya dilakukan di sekolah. Para santriwati antusias mengikuti kegiatan ini, meskipun tidak semua memiliki kodek batik tanah liek.

“P5P2RA ini ada senang dan susahnya. Senangnya ketika kita bisa belajar makanan khas Canduang, dan bisa melestarikan budaya, juga bisa memupuk tali persaudaraan. Sisi tidak senangnya, santri diharuskan memakai kodek tanah liat, sedangkan banyak yang tidak punya,” ujar Saskya Ziulaque, salah satu peserta P5P2RA.

Hasil dari pembuatan makanan tersebut kemudian disumbangkan kepada korban bencana galodo di Bukit Batabuah.

P5P2RA merupakan program yang bertujuan untuk memperkuat profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin pada diri santri. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri dapat menjadi generasi penerus yang berkarakter kuat, beriman, dan berakhlak mulia.

✍️: Avi Herliza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *